Nama : Maria V. Maik
Npm : 2018 88 201 049
Cerita
Pendek, Saya dan Saudari-saudari saya
Pada suatu hari, kami bertiga mau
refresing dipantai payum Merauke pada hari minggu tiba-tiba datanglah seorang
tete dihadapan kami bertiga. Tete itu datang membawah pikulan roti dan
menawarkan kepada kami bertiga dan kami tidak pikir lama langsung kami beli
untuk bekal dipantai nanti. Setelah kami beli roti langsung kami bertiga jalan
menuju pantai payum, Merauke, kami memakai kendaraan sepeda motor 1 dan kami
bertiga goceng tiga atau istilah gaulnya yaitu goti. Sepanjang perjalanan itu,
kami bertiga tertawa-tertawa karena saking lucunya yang dimana badan kurus
gonceng badan besar-besar dimotor yang kecil yaitu motor Mio Nex. Dan tibalah
kami di pantai payum, kami bertiga duduk dibawah pohon kelapa lalu kami
bercerita di bawah pohon tersebut dan menikmati roti yang tadi dibeli serta
sejuknya angin pantai.Setelah itu, salah
satu saudari saya mau belajar mengendarai motor, lalu saudari yang satu yang
mengajarinya membawa motor. Setelah mereka selesai latihan, mereka lalu datang
ke tempat yang saya duduk lalu beristirahat sejenak. Setelah itu kami pun pergi
, kami tidak langsung pulang melainkan kami menyusuri pinggir-pnggir pantai dari pantai payum menuju pantai yobar
dan terakhir di pantai lampu satu , Merauke, dalam perjalanan kami tidak luput
dari foto-foto dan membuat sebuah video kenang-kenangan sambil teriak-teriak
sekencang-kencang mungkin sampai kami meninggalkan pantai payum, lalu ketemulah
pantai yobar dan motor kita tatahan dilumpur yang dalam dan terkejutlah kami
pada saat melihat bahwa air laut sedikit lagi akan naik, lalu kami bertiga
tidak berpikir lama langsung kami mengangkat motor sampai dipinggir dengan
keadaan motor yang sudah berlumuran lumpur, lalu kami bertiga istirahat dan
kami baku tatap muka lalu kami tertawa terbahak-bahak. Setelah itu kami jalan
lagi menuju pantai lampu satu dan akhirnya sampailah kita dipantai lampu satu,
lalu kami cuci motor dan kami pun cuci kaki dan tangan serta muka yang
berlumuran lumpur , setelah itu kami pun pulang ke rumah.
Inilah kisah
saya bersama kedua saudari saya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar