Kamis, 07 November 2019

cerpen 1

Nama : Maria V. Maik
Npm : 2018 88 201 049

Cerita Pendek, Saya dan Saudari-saudari saya

     Pada suatu hari, kami bertiga mau refresing dipantai payum Merauke pada hari minggu tiba-tiba datanglah seorang tete dihadapan kami bertiga. Tete itu datang membawah pikulan roti dan menawarkan kepada kami bertiga dan kami tidak pikir lama langsung kami beli untuk bekal dipantai nanti. Setelah kami beli roti langsung kami bertiga jalan menuju pantai payum, Merauke, kami memakai kendaraan sepeda motor 1 dan kami bertiga goceng tiga atau istilah gaulnya yaitu goti. Sepanjang perjalanan itu, kami bertiga tertawa-tertawa karena saking lucunya yang dimana badan kurus gonceng badan besar-besar dimotor yang kecil yaitu motor Mio Nex. Dan tibalah kami di pantai payum, kami bertiga duduk dibawah pohon kelapa lalu kami bercerita di bawah pohon tersebut dan menikmati roti yang tadi dibeli serta sejuknya angin  pantai.Setelah itu, salah satu saudari saya mau belajar mengendarai motor, lalu saudari yang satu yang mengajarinya membawa motor. Setelah mereka selesai latihan, mereka lalu datang ke tempat yang saya duduk lalu beristirahat sejenak. Setelah itu kami pun pergi , kami tidak langsung pulang melainkan kami menyusuri pinggir-pnggir  pantai dari pantai payum menuju pantai yobar dan terakhir di pantai lampu satu , Merauke, dalam perjalanan kami tidak luput dari foto-foto dan membuat sebuah video kenang-kenangan sambil teriak-teriak sekencang-kencang mungkin sampai kami meninggalkan pantai payum, lalu ketemulah pantai yobar dan motor kita tatahan dilumpur yang dalam dan terkejutlah kami pada saat melihat bahwa air laut sedikit lagi akan naik, lalu kami bertiga tidak berpikir lama langsung kami mengangkat motor sampai dipinggir dengan keadaan motor yang sudah berlumuran lumpur, lalu kami bertiga istirahat dan kami baku tatap muka lalu kami tertawa terbahak-bahak. Setelah itu kami jalan lagi menuju pantai lampu satu dan akhirnya sampailah kita dipantai lampu satu, lalu kami cuci motor dan kami pun cuci kaki dan tangan serta muka yang berlumuran lumpur , setelah itu kami pun pulang ke rumah.

 Inilah kisah saya bersama kedua saudari saya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kumpulan Puisi dan Parafrasenya

1.       Guru Guru Jasamu sangatlah mulia. Setiap hari tanpa mengenal lelah. Mengajarisampai kami bisa. Guru Jasamu tiada ta...