Selasa, 21 Januari 2020

Kumpulan Puisi dan Parafrasenya


1.      Guru

Guru
Jasamu sangatlah mulia.
Setiap hari tanpa mengenal lelah.
Mengajarisampai kami bisa.
Guru
Jasamu tiada tara
Untuk membuat siswa mu mencapai cita.
Guru
Kau memang pahlawan tanpa tanda jasa…

Parafrase
Guru jasamu sangatlah mulia,tanpa mengenal lelah dari pagi sampai siang kau mengajari sampai kami sampai bisa. Jasamu sungguh tiada tara, engkau membuat kami dapat mencapai cita-cita. engkaulah pahlawan tanpa tanda jasa..

2.      Selamat Tinggal

aku berkaca

ini muka penuh luka

siapa punya?

kudengar seru menderu

dalam hatiku

apa hanya angin lalu?

lagu lain pula

mmenggelepar di tengah malam buta

ah…!!!

segala menebal, segala mengental

segala tak kukenal

(Chairil Anwar)

Parafrase :
Ketika akuberkaca, aku melihat mukaku mulai dipenuhi luka. Sebenanya ini punya siapa?
Aku mendengar suara yang menderu. Dalam hati aku bertanya, apakah itu hanya suara angin lalu?
Aku juga mendengar lagu yang lainnya yang menggelepar di tengan malam buta.
Ah,…!!
Semua telah menebal, bahkan segalanyapun jadi mengental, sehingga segalanya tidak aku kenal lagi.

3.      Aku Ingin

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana

Dengan kata yang tak sempat diucapkan

Kayu kepada api yang menjadikanya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana

Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan

Awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

Parafrase :
Aku hanya ingin mencintaimu dengan sederhana. Tak ada lagi kata yang dapat aku ucapkan
Bagaikan kayu dan api yang membakar kayu sampai membuatnya menjadi abu.
Dengan isyarat mengerti satu sama lain yang tak sempat aku sampaikan. Tetapi ada yang ku takuti atas rasa ini yang tak akan sempat disampaikan kepadamu. Awan hitam nampak terlihat memberi tanda kepada hujan yang akan turun kemudian menjadikannya tiada. seperti sebuah harapan bohong untuk mencintaimu

4.      Malam

Mulai kelam
belum buntu malam
kami masih berjaga
–Thermopylae?-
– jagal tidak dikenal ? –
tapi nanti
sebelum siang membentang
kami sudah tenggelam hilang

Parafrase
Aku merasa hari mulai kelam
Tapi  belum juga sampai buntu malam
kamipun masih berjaga-jaga di sini
Thermopylae kah itu? Atau malah
Si  jagal yang tidak dikenal ?
Tapi lihat saja nanti
Sebelum siang datang dan membentang,
Mungkin  kami sudah tenggelam dan hilang dari peradaban

5.      Monumen Bambu Runcing – Wiji Thukul

monumen bambu runcing
di tengah kota
menuding dan berteriak merdeka
di kakinya tak jemu juga
pedagang kaki lima berderet-deret
walau berulang-ulang
dihalau petugas ketertiban

Parafase:
Monumen bambu runcing yang terletak
Di tengah kota tua
Patung itu masih tetap berdiri tegak, meski sendirian dia terlihat menuding dan berteriak lantang “merdeka”!
Di sana, kaki monumennya tak jemu juga
Para pedagang kaki lima terlihat berderet-deret saja di sepanjang jalan
Meskipun berulang-ulang mereka
Dihalau petugas ketertiban.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kumpulan Puisi dan Parafrasenya

1.       Guru Guru Jasamu sangatlah mulia. Setiap hari tanpa mengenal lelah. Mengajarisampai kami bisa. Guru Jasamu tiada ta...