Kamis, 07 November 2019

cerpen 2

Nama       :      Omega Gabriella Oktavino
Npm         :      201888201013

BAPA

       Seorang pria yang telah merawat dan memberikan kasih sayang yang tulus dari kecil hingga sekarang saya sudah cukup dewasa.  Ia adalah sosok yang mengajari saya mengenai banyak hal, mendidik ku dengan hal-hal yang baik atau positif, tidak pernah ia menunjukkan hal-hal yang tidak baik dihadapan saya maupun di keluarga ini, karena saya tahu dialah yang terbaik, yang biasa saya memanggilnya dengan sebutan Bapa. Bapa ku yang bukan saja menjadi pemimpin kepala rumah tangga, melainkan juga bisa menjadi seorang teman yang sangat asyik. Selain itu juga, Bapa ku yang memiliki kesukaan berkebun, memelihara binatang, menjahit pakaian rumahan dan lain sebagainya. Itu kesukaan yang hampir setiap hari bapa ku kerjakan untuk mengisi waktu kekosongannya. Bahkan ia juga pintar memasak, jika mama ku sakit atau lagi berangkat. Bapa ku yang mengganti posisi mama. Hebat kan, ini mungkin laki-laki idaman para cewe. Tapi mungkin sudah berubah karena anak-anak sudah pada besar, maka kami yang menggantikan pekerjaan mama.
       Bapa ku yang sekarang bekerja sebagai seorang guru di sekolah, guru yang sangat bijaksana dan disiplin. Karena sikapnya tersebut tidak heran banyak yang memberi pujian kepadanya. Bapa saya menjadi guru dalam segala hal, bapa yang selalu menciptakan tawa kepada kami dimana pun kami sedang bersama, bapa yang pekerja keras, bapa yang menyayangi istri dan anak-anaknya, dan bapa ku yang setiap saat mengingatkan dan mengajarkan kami sekeluarga untuk selalu mengungkapkan ungkapan syukur kepada Tuhan Yesus didalam Doa, baik kita dalam keadaan susah maupun senang. Bapa ku juga mengajarkan kepada keluarga kami bahwa siapa yang merendahkan diri kita, hendaklah kita mendoakannya dan tetap menjalankan hidup ini dengan optimis serta yakin bahwa kita tidak berjalan sendiri melainkan kita bersama dengan Roh Kudus di dalam kehidupan ini. Semua yang di ajarkan tentang kebaikan untuk keluarga ini selalu kita lakukan.  
            Bapa ku juga, seringkali mengulang peribahasa yang ia buat sendiri kepada kami bahwa “mana yang lebih berat makan sepiring atau mencuci piring”. Yang artinya untuk  mendapatkan makanan dengan jerih payah sendiri, maka kita harus bekerja tanpa mengeluh sesuatu. Saya adalah seorang anak yang bangga memiliki bapa sepertinya, yang selalu tahu bagaimana membuat hal tak pernah menjadi serumit yang saya bayangkan. Jadi itulah ajaran, dan nasehat yang seringkali bapa ku ucapkan, walaupun begitu ia tetap rendah hati dan suka membantu orang lain yang membutuhkan bantuannya dan ia tetap menjadi bapa yang luar biasa serta pekerja keras didalam kehidupan keluarga kami

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kumpulan Puisi dan Parafrasenya

1.       Guru Guru Jasamu sangatlah mulia. Setiap hari tanpa mengenal lelah. Mengajarisampai kami bisa. Guru Jasamu tiada ta...