Nama
: Omega
Gabriella Oktavino
Npm : 201888201013
BAPA
Seorang
pria yang telah merawat dan memberikan kasih
sayang yang tulus dari kecil hingga sekarang saya sudah cukup dewasa. Ia adalah sosok yang mengajari saya mengenai banyak hal, mendidik ku dengan
hal-hal yang baik atau positif, tidak pernah ia menunjukkan hal-hal yang tidak baik
dihadapan saya maupun di keluarga ini, karena saya tahu dialah yang terbaik, yang biasa saya memanggilnya dengan sebutan “Bapa”. Bapa ku yang bukan saja menjadi
pemimpin kepala rumah tangga, melainkan juga bisa menjadi seorang teman yang
sangat asyik. Selain itu juga, Bapa ku yang
memiliki kesukaan berkebun, memelihara binatang, menjahit pakaian rumahan dan lain sebagainya. Itu kesukaan yang hampir setiap hari bapa ku kerjakan untuk mengisi
waktu kekosongannya. Bahkan ia juga pintar memasak, jika mama ku sakit atau
lagi berangkat. Bapa ku yang mengganti posisi mama. Hebat kan, ini mungkin
laki-laki idaman para cewe. Tapi mungkin sudah berubah karena anak-anak sudah
pada besar, maka kami yang menggantikan pekerjaan mama.
Bapa ku yang sekarang
bekerja sebagai seorang guru di sekolah, guru yang sangat bijaksana dan
disiplin. Karena sikapnya tersebut tidak
heran banyak yang memberi pujian kepadanya. Bapa saya menjadi
guru dalam segala hal, bapa yang selalu menciptakan tawa kepada kami dimana pun kami sedang bersama, bapa yang pekerja keras, bapa yang
menyayangi istri dan anak-anaknya, dan bapa ku yang setiap saat mengingatkan dan mengajarkan kami sekeluarga untuk
selalu mengungkapkan ungkapan syukur kepada Tuhan Yesus didalam Doa, baik kita dalam keadaan susah maupun senang. Bapa ku juga mengajarkan kepada keluarga kami
bahwa siapa yang merendahkan diri kita, hendaklah kita mendoakannya dan tetap
menjalankan hidup ini dengan optimis serta yakin bahwa kita tidak berjalan
sendiri melainkan kita bersama dengan Roh Kudus di dalam kehidupan ini. Semua
yang di ajarkan tentang kebaikan untuk keluarga ini selalu kita lakukan.
Bapa ku juga, seringkali mengulang peribahasa yang ia
buat sendiri kepada kami bahwa “mana yang lebih berat makan sepiring atau
mencuci piring”. Yang artinya untuk
mendapatkan makanan dengan jerih payah sendiri, maka kita harus bekerja
tanpa mengeluh sesuatu. Saya adalah seorang anak yang bangga memiliki bapa
sepertinya, yang selalu tahu bagaimana membuat hal tak pernah menjadi serumit
yang saya bayangkan. Jadi itulah ajaran, dan nasehat yang seringkali bapa
ku ucapkan, walaupun begitu ia tetap rendah hati dan suka membantu orang lain yang
membutuhkan bantuannya dan ia tetap menjadi bapa yang luar biasa serta pekerja keras didalam kehidupan keluarga kami
Tidak ada komentar:
Posting Komentar