Kamis, 07 November 2019

cerpen 3

Nama :   Siti Nur Syamshiyah
Npm  :  2018-8820-1016

ADIKKU KECANDUAN GAME ONLINE
            Kecanduan game online merupakan fenomena yang saat ini banyak terjadi dikalangan remaja. Seperti adik saya sendiri. Adikku bernama Muhamad Yusuf Solahudin  umurnya baru 14 tahun. Ia masih duduk di bangku kelas satu SMP. Ia bersekolah di SMP satap .
            Rutinitas adik saya setiap hari adalah bermain game online  seperti ML, PUBG, FREE FIRE, DOTA, COC, dan lainnya. Bagi adik saya bermain game online adalah segala-ga;anya, dia kadang lupa melakukan tugas utamanya yaitu sholat tepat waktu dan belajar. Sampai terkang makanpun lupa karena karena sangking asiknya bermain game online. Bahkan dirinya sendiri tidak dipikirkan  kadang jarang mandi dan tidur. Sehari-hari bisa berjam-jam bermain game online, dari sepulang sekolah  hingga sore hari sampai tembus malam lagi  begitu-begitu terus.  Ia sering sekali dapat tegur dari mama saya  bahkan hamper setiap hari dapat omel. Adik saya dapat tegur karena sering main game hingga lupa waktu. Tugas-tugas sekolahnya terbengkelai  tidak di kerjakan karena game online. Mama sayapun sering sekali menasehatinya  , agar tidak sering-sering bermain game online. Karena game online juga dapat menggangu kesehatan terutama mata bisa rabun dan kerja  otak terganggu , jika berlama-lama di depan HP terus. Tetapi tetap saja adik saya pura-pura tidak dengar dan tidak perhatikan  susah sekali kalau di bilangin.

            Minggu lalu saat saya pulang kerumah saya kerumah orang tua saya yang ada di lokasi. Saat saya pulang saya memberikan solusi kepada orang tua saya, untuk membatasi adik saya bermain HP , dan saya bilang ke mama saya. Adik saya boleh bermain HP asalkan sehari hanya 2 jam saja lebih dari itu tidak boleh lagi dan jika pulsa datanya habis  jangan sering-sering di belikan. Mama saya pun setuju akan usul saya. Maka dari itu sekarang adik saya di batasi bermain gamenya agar tidak menggangu sholat, sekolahnya, dan aktivitasnya. 

cerpen 2

Nama       :      Omega Gabriella Oktavino
Npm         :      201888201013

BAPA

       Seorang pria yang telah merawat dan memberikan kasih sayang yang tulus dari kecil hingga sekarang saya sudah cukup dewasa.  Ia adalah sosok yang mengajari saya mengenai banyak hal, mendidik ku dengan hal-hal yang baik atau positif, tidak pernah ia menunjukkan hal-hal yang tidak baik dihadapan saya maupun di keluarga ini, karena saya tahu dialah yang terbaik, yang biasa saya memanggilnya dengan sebutan Bapa. Bapa ku yang bukan saja menjadi pemimpin kepala rumah tangga, melainkan juga bisa menjadi seorang teman yang sangat asyik. Selain itu juga, Bapa ku yang memiliki kesukaan berkebun, memelihara binatang, menjahit pakaian rumahan dan lain sebagainya. Itu kesukaan yang hampir setiap hari bapa ku kerjakan untuk mengisi waktu kekosongannya. Bahkan ia juga pintar memasak, jika mama ku sakit atau lagi berangkat. Bapa ku yang mengganti posisi mama. Hebat kan, ini mungkin laki-laki idaman para cewe. Tapi mungkin sudah berubah karena anak-anak sudah pada besar, maka kami yang menggantikan pekerjaan mama.
       Bapa ku yang sekarang bekerja sebagai seorang guru di sekolah, guru yang sangat bijaksana dan disiplin. Karena sikapnya tersebut tidak heran banyak yang memberi pujian kepadanya. Bapa saya menjadi guru dalam segala hal, bapa yang selalu menciptakan tawa kepada kami dimana pun kami sedang bersama, bapa yang pekerja keras, bapa yang menyayangi istri dan anak-anaknya, dan bapa ku yang setiap saat mengingatkan dan mengajarkan kami sekeluarga untuk selalu mengungkapkan ungkapan syukur kepada Tuhan Yesus didalam Doa, baik kita dalam keadaan susah maupun senang. Bapa ku juga mengajarkan kepada keluarga kami bahwa siapa yang merendahkan diri kita, hendaklah kita mendoakannya dan tetap menjalankan hidup ini dengan optimis serta yakin bahwa kita tidak berjalan sendiri melainkan kita bersama dengan Roh Kudus di dalam kehidupan ini. Semua yang di ajarkan tentang kebaikan untuk keluarga ini selalu kita lakukan.  
            Bapa ku juga, seringkali mengulang peribahasa yang ia buat sendiri kepada kami bahwa “mana yang lebih berat makan sepiring atau mencuci piring”. Yang artinya untuk  mendapatkan makanan dengan jerih payah sendiri, maka kita harus bekerja tanpa mengeluh sesuatu. Saya adalah seorang anak yang bangga memiliki bapa sepertinya, yang selalu tahu bagaimana membuat hal tak pernah menjadi serumit yang saya bayangkan. Jadi itulah ajaran, dan nasehat yang seringkali bapa ku ucapkan, walaupun begitu ia tetap rendah hati dan suka membantu orang lain yang membutuhkan bantuannya dan ia tetap menjadi bapa yang luar biasa serta pekerja keras didalam kehidupan keluarga kami

cerpen 1

Nama : Maria V. Maik
Npm : 2018 88 201 049

Cerita Pendek, Saya dan Saudari-saudari saya

     Pada suatu hari, kami bertiga mau refresing dipantai payum Merauke pada hari minggu tiba-tiba datanglah seorang tete dihadapan kami bertiga. Tete itu datang membawah pikulan roti dan menawarkan kepada kami bertiga dan kami tidak pikir lama langsung kami beli untuk bekal dipantai nanti. Setelah kami beli roti langsung kami bertiga jalan menuju pantai payum, Merauke, kami memakai kendaraan sepeda motor 1 dan kami bertiga goceng tiga atau istilah gaulnya yaitu goti. Sepanjang perjalanan itu, kami bertiga tertawa-tertawa karena saking lucunya yang dimana badan kurus gonceng badan besar-besar dimotor yang kecil yaitu motor Mio Nex. Dan tibalah kami di pantai payum, kami bertiga duduk dibawah pohon kelapa lalu kami bercerita di bawah pohon tersebut dan menikmati roti yang tadi dibeli serta sejuknya angin  pantai.Setelah itu, salah satu saudari saya mau belajar mengendarai motor, lalu saudari yang satu yang mengajarinya membawa motor. Setelah mereka selesai latihan, mereka lalu datang ke tempat yang saya duduk lalu beristirahat sejenak. Setelah itu kami pun pergi , kami tidak langsung pulang melainkan kami menyusuri pinggir-pnggir  pantai dari pantai payum menuju pantai yobar dan terakhir di pantai lampu satu , Merauke, dalam perjalanan kami tidak luput dari foto-foto dan membuat sebuah video kenang-kenangan sambil teriak-teriak sekencang-kencang mungkin sampai kami meninggalkan pantai payum, lalu ketemulah pantai yobar dan motor kita tatahan dilumpur yang dalam dan terkejutlah kami pada saat melihat bahwa air laut sedikit lagi akan naik, lalu kami bertiga tidak berpikir lama langsung kami mengangkat motor sampai dipinggir dengan keadaan motor yang sudah berlumuran lumpur, lalu kami bertiga istirahat dan kami baku tatap muka lalu kami tertawa terbahak-bahak. Setelah itu kami jalan lagi menuju pantai lampu satu dan akhirnya sampailah kita dipantai lampu satu, lalu kami cuci motor dan kami pun cuci kaki dan tangan serta muka yang berlumuran lumpur , setelah itu kami pun pulang ke rumah.

 Inilah kisah saya bersama kedua saudari saya.

Kumpulan Puisi dan Parafrasenya

1.       Guru Guru Jasamu sangatlah mulia. Setiap hari tanpa mengenal lelah. Mengajarisampai kami bisa. Guru Jasamu tiada ta...